SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI TOGA WISUDA DI PASAR KEMIS TANGERANG

KONVEKSI TOGA WISUDA DI PASAR KEMIS TANGERANG Konveksi Toko abi melayani pemesanan pakaian seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga juga lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga yang kompetitif, kualitas produk dan layanan profesional.Kami melayani pesanan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , juga penjahit yang sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam juga baju kerja. Dengan bekasl pengalaman nan kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Adanya pel

KONVEKSI TOGA WISUDA DI PASAR KEMIS TANGERANG


Saco-Indonesia.com.-Haduhhh, kacamata saya jatuh dan retak! Kata mbak Nen, Mama kacamatanya kok ada kelap-kelipnya (haaa itu retakkkkk, Nak! ”). Mencari di Jerman susah karena memang hidung orang Jerman tidak sama dengan hidung saya. Modelnya juga Europe minded. Saya pengen yang mata kucing, panjang almond. Hiks, nasib. Oh. Saya baru memakai kacamata pada umur 30 tahun, itupun serasa tersiksa. Kok ada yang nyantol. Meski hanya minus 1 dan minus 0,5, ini harus dipakai saat berkendara. Blereng … jarak jauh terasa kabur kalau kacamata ketinggalan. Huh. Saya memang malas memakainya sehari-hari karena seperti ada yang mengganjal disudut mata dekat hidung. Ingin pakai lensa mata, takut. Banyak cerita yang tidak mengerikan terdengar di telinga saya. Saya imbangi dengan memakan wortel mentah sebanyak-banyaknya. Yaaaa … jadi merasa seperti kelinci. Untung gang rumah kami tidak sempit. Bukan gang kelinci atau gang senggol. Yaiy. Orang kedua yang memakai kacamata di rumah kami adalah anak sulung. Setelah saya periksakan di Augen Zentrum, pusat pemeriksaan mata di RS kota Tuttlingen (dengan rekomendasi dokter umum kampung kami), ditemukan bahwa ia plus 2. Walahhhh … kok sama dengan Eyang kakung di Semarang? Tapinya si kakek tahun ini telah menginjak umur 74 tahun. Dia waktu itu baru berumur 10 tahun …. Akhirnya oleh dokter diberikan resep kacamata. Setelahnya, kami menuju toko optik di alun-alun kota. Disana berjajar beberapa toko yang menjual barang yang sama. Kami memilih salah satu rekomendasi suami, F. Begitu memasuki ruangan, kami disambut dengan senyuman dan ucapan halus, “Was kann ich für Sie tun?“ (ingat kisah cara kakek Jerman membahagiakan nenek …). Artinya, ada yang bisa saya bantu? Saya jelaskan maksud kedatangan kami dan memberikan resep. Si anak disuruh memilih bingkai kacamata mana yang ia sukai. Ia memilih yang berwarna kuning cleret hitam dari yang diperlihatkan di etalase nul tariff. Setelah dicoba, pas, si embak memberikan kertas pengambilan.   Kacamata gratis untuk anak Jerman dibawah umur 18 Disana tertera … NUL TARIFF alias GRATIS! Wow, saya tanyakan lagi apakah benar seperti itu. Sekali lagi, si embak yang cantik tersenyum dan mengatakan memang ketentuan di Jerman seperti itu. Anak dibawah umur 18 tahun gratis. Bingkainya memang khusus, kalau permintaan khusus bermerk, lain soal. Seminggu kemudian, kami mengambilnya. Anak kami mencobanya. Si embak lagi-lagi tersenyum ramaaaah sekali. Oooo … ini image bagus toko optik F, ya? Makanya kondang. Setelah beberapa menit mencoba dan mematut diri di depan cermin, si embak membenahi bingkai agar pas melekat ditelinga. Selesai. Si embak menanyakan apakah mau dimasukkan etui tempat kacamata hadiah dari toko, atau dipakai saja. Si anak mengangguk dan mengambil kotak yang diberikan si embak. Kata dokter yang memeriksanya, ini akan diuji selama 9 bulan, periksa lagi apakah masih sama atau berubah dan mengganti kacamata dengan yang baru atau tidak. Sekian lama, untung tidak tambah, malah lebih baik kondisi matanya. *** Wah, asyik ya? Jika asuransi yang dipilih orang di Indonesia bisa meng-cover semua bea kesehatan untuk anak-anak dibawah umur 18 tahun. Saya tidak tahu apakah di tanah air juga demikian untuk kacamata anak-anak …. Kompasianer di tanah air pasti lebih tahu. Meski nul tariff, saya sarankan anak-anak yang perempuan untuk mencintai matanya dengan membaca di tempat yang terang, banyak makan wortel (saya iris kecil-keciiiiiiiiiiil dalam lumpia atau sup yang dimakan), jus jeruk campur wortel (instan) dan makanan-minuman-buah-sayur yang mengandung vitamin A lainnya. Namanya anak-anak … susah dari awalnya, semoga terbiasa. Mari jaga mata kita. (G76) Editor;Liwon Maulana Sumber:http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/11/pelayanan-kaca-mata- anak-gratis-563978.html
Museum fatahillah merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang berada di kota DKI Jakarta yang dapat anda kunjungi bersama keluarga ataupun teman – teman anda. Museum yang terdapat di Jakarta Barat ini tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No 2, juga di kenal dengan nama lainnya sebagai Museum Batavia ataupun Museum Sejarah Jakarta oleh masyarakat sekitar. Objek wisata museum fatahillah telah mempunyai luas sekitar 1300 meter persegi yang telah dibangun sekitar tahun 1707 hingga 1710. Sejarah Museum Fathillah ini di bangun sebagai pusat Balai Kota Stadhius oleh seorang Gubernur yang bernama Jendral Johan Van Hoorn. Namun setelah Indonesia mencanangkan dirinya telah merdeka, hingga pada tanggal 30 maret 1974 gedung tersebut telah di ambil alih secara penuh dan di fungsikan sebagai bangunan Museum Fatahillah oleh presiden Soekarno. Arsitektur Bangunan Dan Koleksi Peninggalan Sejarah Museum Fatahillah Jika anda memperhatikan dengan seksama, Bangunan Museum Fatahillah hampir sama dengan sebuah Istana Dam yang terdapat di Amsterdam Belanda. Di mana bangunan tersebut telah mempunyai arsitektur dengan dua sayap pada bagian barat dan timur dengan berbagai macam fungsi sebagai tempat kerja, tempat pengadilan dan beberapa ruangan penjara bawah tanah. Museum Fatahillah telah memberikan berbagai macam peninggalan – peninggalan bersejarah mulai dari cerita perjalanan kota Jakarta, beberapa replika peninggalan kerajaan pajajaran dan tarumanegara, benda – benda arkeologi yang pernah di temukan di Jakarta, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua situs yang di temukan telah di simpan di sekitar 5 ruangan berbeda; Ruang MH Thamrin, Jayakarta, Sultan Agung, Tarumanegara dan Fatahillah. Selain berbagai macam peninggalan bersejarah yang dapat anda temukan di Museum Fatahillah, anda juga dapat melihat berbagai benda – benda kebudayaan betawi, kendaraan becak dan sekarang ini ada sebuah patung Dewa Hermes yang merupakan seorang dewa perlindungan dan keberuntungan. Anda juga akan menemukan berbagai macam fasilitas – fasilitas umum yang mempermudah untuk dapat melakukan berbagai aktivitas dengan aman dan nyaman, seperti tempat perpustakaan, kantin, toko perbelanjaan, sinema fatahillah, musholla (tempat ibadah umat islam), ruang pameran dan pertemuan, dan sebuah taman yang di tumbuhi berbagai macam tanaman hias dengan luas sekitar 1000 meter persegi. Taman tersebut juga sering digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari pentas seni, gathering ataupun resepsi pernikahan. Secara garis besar, objek wisata museum fatahillah juga merupakan salah satu wisata bersejarah yang patut anda kunjungi untuk lebih mengenal lebih jauh tentang sejarah yang ada di Indonesia, khususnya untuk kota Jakarta Sendiri. Museum ini di buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang pada hari senin, hari jum-at hingga pukul 11:30 dan untuk hari sabtu hingga pukul 1 siang. Demikian uraian singkat mengenai museum fathillah jakarta, semoga dengan kita selalu mengunjungi tempat seperti ini, akan dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah dari Negara Indonesia yang kita cinta ini. Nah untuk kamu yang ingin menambah wawasan mengenai budaya Indonesia dan Sejarah Indonesia, anda juga dapat berkunjung ke Museum Wayang Jakarta dan Museum Satria Mandala yang lokasinya masih di Jakarta Juga.