SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI TOGA WISUDA DI JATAKE TANGERANG

KONVEKSI TOGA WISUDA DI JATAKE TANGERANG Konveksi Toko abi melayani pembuatan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga jua lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga yang kompetitif, kualitas produk juga layanan profesional.Kami melayani orderan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , jua penjahit yang sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam jua baju kerja. Dengan bekasl pengalaman nan kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Ajuaya pelay

KONVEKSI TOGA WISUDA DI JATAKE TANGERANG


Museum fatahillah merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang berada di kota DKI Jakarta yang dapat anda kunjungi bersama keluarga ataupun teman – teman anda. Museum yang terdapat di Jakarta Barat ini tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No 2, juga di kenal dengan nama lainnya sebagai Museum Batavia ataupun Museum Sejarah Jakarta oleh masyarakat sekitar. Objek wisata museum fatahillah telah mempunyai luas sekitar 1300 meter persegi yang telah dibangun sekitar tahun 1707 hingga 1710. Sejarah Museum Fathillah ini di bangun sebagai pusat Balai Kota Stadhius oleh seorang Gubernur yang bernama Jendral Johan Van Hoorn. Namun setelah Indonesia mencanangkan dirinya telah merdeka, hingga pada tanggal 30 maret 1974 gedung tersebut telah di ambil alih secara penuh dan di fungsikan sebagai bangunan Museum Fatahillah oleh presiden Soekarno. Arsitektur Bangunan Dan Koleksi Peninggalan Sejarah Museum Fatahillah Jika anda memperhatikan dengan seksama, Bangunan Museum Fatahillah hampir sama dengan sebuah Istana Dam yang terdapat di Amsterdam Belanda. Di mana bangunan tersebut telah mempunyai arsitektur dengan dua sayap pada bagian barat dan timur dengan berbagai macam fungsi sebagai tempat kerja, tempat pengadilan dan beberapa ruangan penjara bawah tanah. Museum Fatahillah telah memberikan berbagai macam peninggalan – peninggalan bersejarah mulai dari cerita perjalanan kota Jakarta, beberapa replika peninggalan kerajaan pajajaran dan tarumanegara, benda – benda arkeologi yang pernah di temukan di Jakarta, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua situs yang di temukan telah di simpan di sekitar 5 ruangan berbeda; Ruang MH Thamrin, Jayakarta, Sultan Agung, Tarumanegara dan Fatahillah. Selain berbagai macam peninggalan bersejarah yang dapat anda temukan di Museum Fatahillah, anda juga dapat melihat berbagai benda – benda kebudayaan betawi, kendaraan becak dan sekarang ini ada sebuah patung Dewa Hermes yang merupakan seorang dewa perlindungan dan keberuntungan. Anda juga akan menemukan berbagai macam fasilitas – fasilitas umum yang mempermudah untuk dapat melakukan berbagai aktivitas dengan aman dan nyaman, seperti tempat perpustakaan, kantin, toko perbelanjaan, sinema fatahillah, musholla (tempat ibadah umat islam), ruang pameran dan pertemuan, dan sebuah taman yang di tumbuhi berbagai macam tanaman hias dengan luas sekitar 1000 meter persegi. Taman tersebut juga sering digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari pentas seni, gathering ataupun resepsi pernikahan. Secara garis besar, objek wisata museum fatahillah juga merupakan salah satu wisata bersejarah yang patut anda kunjungi untuk lebih mengenal lebih jauh tentang sejarah yang ada di Indonesia, khususnya untuk kota Jakarta Sendiri. Museum ini di buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang pada hari senin, hari jum-at hingga pukul 11:30 dan untuk hari sabtu hingga pukul 1 siang. Demikian uraian singkat mengenai museum fathillah jakarta, semoga dengan kita selalu mengunjungi tempat seperti ini, akan dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah dari Negara Indonesia yang kita cinta ini. Nah untuk kamu yang ingin menambah wawasan mengenai budaya Indonesia dan Sejarah Indonesia, anda juga dapat berkunjung ke Museum Wayang Jakarta dan Museum Satria Mandala yang lokasinya masih di Jakarta Juga.
SURABAYA, Saco-Indonesia.com- Pusat Riset Penyakit Tropis Universitas Airlangga Surabaya menemukan senyawa aktif pada ekstrak batang pohon cempedak (Artocarpus champeden) dan sambiloto (Andrographis paniculata). Pada uji klinis, ekstrak cempedak dapat menyembuhkan pasien malaria dalam waktu lima hari pengobatan. Demikian disampaikan Aty Widyawaruyanti selaku Ketua Tim Riset Obat Antimalaria di Institut Penyakit Tropis Universitas Airlangga, Kamis (16/5/2013), di Surabaya. Penjelasan ini disampaikan saat kunjungan wartawan yang diadakan Kementrian Riset dan Teknologi. Dalam penelitian, jelas Aty yang juga peneliti dari Fakultas Farmasi Unair, diketahui beberapa senyawa aktif flavonoid terutama heteroflavanon C diketahui dpt melumpuhkan parasit malaria. "Uji klinis saat ini telah sampai pada fase kedua, yaitu pemberian pada pasien malaria," ujar Aty. Pengujian tahap kedua melibatkan 60 pasien. Pada pengobatan diberika dosis 2 tablet sehari. Setelah beberapa hari pasien tidak demam dan menggigil. Pada hari kelima pasien sembuh. Untuk dapat diproduksi dan dipasarkan, masih diperlukan dua tahap lagi dengan melibatkan lebih banyak pasien, " urainya. Obat ini juga harus ditinjau oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Cempedak sebagai obat malaria yang diteliti sejak tahun 2001 kini telah memperoleh paten untuk proses ekstraksi dan isolasi senyawa aktif. Pendaftaran patennya sebagai obat antimalaria. Bahan herbal yang dinamai Artoner ini dikemas dalam bentuk kapsul untuk ujicoba kepada pasien. "Produk riset farmasi ini, meski baru 70 persen menjalani tahap uji klinik sudah diminati oleh sebuah industri farmasi untuk diproduksi," tambah Kepala Laboratorium fitokimia herbal ITD, Achmad Fuad Hafid. Riset lain Penelitian cempedak untuk obat malaria, lanjut Aty, diilhami penggunaannya secara tradisional di Kalimantan untuk obat malaria dan larutan gosok pencegah gigitan nyamuk. Selain cempedak riset juga dilakukan pada tanaman serumpun yaitu nangka, keluwih, dan sukun. Namun khasiatnya tak sebaik cempedak. Sementara itu riset yang dilakukan pada tanaman herbal sambiloto juga menemukan senyawa antimalaria yaitu Androglafolida. Namun untuk tanaman herbal yang selama ini dikonsumsi sebagai jamu itu belum sampai ke uji klinik.   Editor :Liwon Maulana(galipat Sumber:Kompas.com