SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI SERAGAM DI PASAR KEMIS TANGERANG

KONVEKSI SERAGAM DI PASAR KEMIS TANGERANG Konveksi Toko abi melayani orderan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga juga lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga nan kompetitif, kualitas produk jua layanan profesional.Kami melayani pembuatan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , dan penjahit yang sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam dan baju kerja. Dengan bekasl pengalaman yang kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Adanya pela

KONVEKSI SERAGAM DI PASAR KEMIS TANGERANG


Seorang Mahasiswa Sedang Di Tes kemampuannya Oleh Bapak Dosen. "IQ Tau?" "Intelectual Quotient.. pak" "Itu mah kepanjangannya, Artinya Apa?" "Tingkat Kecerdasan Seseorang Yang Diukur Memakai Derajat Kecerdasan Intelektual, Bisa Di tes Pake Tes IQ pak, Pokonya Kecerdasan yang Menyangkut Aspek-aspek Nyata Manusia. Misalnya Dalam menerima Dan menangkap Pelajaran. Intinya Kebanyakan Orang yang IQnya Tinggi pasti Pinterlah. Kecerdasan Rasional, Dua Di tambah Dua Sama Dengan Empat." "Hebat Juga Kamu, Meski Agak Ribet, Kalo EQ?" "Emotional Quotient, Adalah tingkat ukur untuk kecerdasan emosi, yang udah diakui lebih penting dari IQ, karena EQ mengambil Aspek-aspek yang tidak terlihat dari kecerdasan manusia" "kenapa EQ Lebih Penting Dari IQ?" "karena EQ memberikan gambaran tentang sikap manusia akan dirinya yang pasti sudah punya emosi. Emosi inilah yang memegang peranan penting bagi manusia karena Emosi kalo bisa dikendalikan akan sangat membantu dalam kehidupan manusia, kalo tidak bisa dikendalikan maka akan sangat berbahaya" "Contohnya apa? " "kalo dari buku yang saya baca itu ada kisah nyata. Seorang mahasiswa yang pinter banget, pinter fisika, matematika dan semuanya yang selalu mendapat nilai A, Suatu hari dia dapat nilai dari profesornya. Emosinyapun meluap dan langsung ngambil pisau untuk menusuk dosennya..." "tapi dia kan cerdas" "Dia emang cerdas pak, kalo nggak cerdas, nggak mungkin dapet A terus. Tapi dia Nggak Cerdas Secara Emosi pak, IQnya tinggi Tapi EQnya Jongkok" "kalo otak, menurut penelitian terakhir dibagi menjadi berapa?" "Dua Pak" "Apa Aja?" "otak rasional, yang 80% menempati otak," "satu lagi?" "namanya Lymbic System pak, hanya menempati 20% dari keseluruhan otak, tapi Dari sinilah semua emosi berasal. sangat mempengaruhi dalam kehidupan manusia pak, Lymic System ini kecil-kecil cabe rawit pak, kalo nggak hati-hati bisa bahaya." "ada dua skills yang diperlukan dalam kecerdasan emosional, apa aja?" "Intrapersonal skills dan interpersonal Skiils" "apa itu?" "Interpersonal skill, Kehalian manusia Untuk bergaul, Mengerti emosi orang lain, mengerti emosi yang berasal dari luar tubuhnya pak, kalo intrapersonal ini kemampuan untuk mengerti emosi yang berasal dari dalam diri sendiri, contohnya nggak langsung down kalo lagi ada masalah, nggak terpuruk saat jatuh, selalu Bangkit dan nggak pernah nyerah pak" "Terapkan itu dalam kehidupan harianmu nak"
Saco-Indonesia.com.-Haduhhh, kacamata saya jatuh dan retak! Kata mbak Nen, Mama kacamatanya kok ada kelap-kelipnya (haaa itu retakkkkk, Nak! ”). Mencari di Jerman susah karena memang hidung orang Jerman tidak sama dengan hidung saya. Modelnya juga Europe minded. Saya pengen yang mata kucing, panjang almond. Hiks, nasib. Oh. Saya baru memakai kacamata pada umur 30 tahun, itupun serasa tersiksa. Kok ada yang nyantol. Meski hanya minus 1 dan minus 0,5, ini harus dipakai saat berkendara. Blereng … jarak jauh terasa kabur kalau kacamata ketinggalan. Huh. Saya memang malas memakainya sehari-hari karena seperti ada yang mengganjal disudut mata dekat hidung. Ingin pakai lensa mata, takut. Banyak cerita yang tidak mengerikan terdengar di telinga saya. Saya imbangi dengan memakan wortel mentah sebanyak-banyaknya. Yaaaa … jadi merasa seperti kelinci. Untung gang rumah kami tidak sempit. Bukan gang kelinci atau gang senggol. Yaiy. Orang kedua yang memakai kacamata di rumah kami adalah anak sulung. Setelah saya periksakan di Augen Zentrum, pusat pemeriksaan mata di RS kota Tuttlingen (dengan rekomendasi dokter umum kampung kami), ditemukan bahwa ia plus 2. Walahhhh … kok sama dengan Eyang kakung di Semarang? Tapinya si kakek tahun ini telah menginjak umur 74 tahun. Dia waktu itu baru berumur 10 tahun …. Akhirnya oleh dokter diberikan resep kacamata. Setelahnya, kami menuju toko optik di alun-alun kota. Disana berjajar beberapa toko yang menjual barang yang sama. Kami memilih salah satu rekomendasi suami, F. Begitu memasuki ruangan, kami disambut dengan senyuman dan ucapan halus, “Was kann ich für Sie tun?“ (ingat kisah cara kakek Jerman membahagiakan nenek …). Artinya, ada yang bisa saya bantu? Saya jelaskan maksud kedatangan kami dan memberikan resep. Si anak disuruh memilih bingkai kacamata mana yang ia sukai. Ia memilih yang berwarna kuning cleret hitam dari yang diperlihatkan di etalase nul tariff. Setelah dicoba, pas, si embak memberikan kertas pengambilan.   Kacamata gratis untuk anak Jerman dibawah umur 18 Disana tertera … NUL TARIFF alias GRATIS! Wow, saya tanyakan lagi apakah benar seperti itu. Sekali lagi, si embak yang cantik tersenyum dan mengatakan memang ketentuan di Jerman seperti itu. Anak dibawah umur 18 tahun gratis. Bingkainya memang khusus, kalau permintaan khusus bermerk, lain soal. Seminggu kemudian, kami mengambilnya. Anak kami mencobanya. Si embak lagi-lagi tersenyum ramaaaah sekali. Oooo … ini image bagus toko optik F, ya? Makanya kondang. Setelah beberapa menit mencoba dan mematut diri di depan cermin, si embak membenahi bingkai agar pas melekat ditelinga. Selesai. Si embak menanyakan apakah mau dimasukkan etui tempat kacamata hadiah dari toko, atau dipakai saja. Si anak mengangguk dan mengambil kotak yang diberikan si embak. Kata dokter yang memeriksanya, ini akan diuji selama 9 bulan, periksa lagi apakah masih sama atau berubah dan mengganti kacamata dengan yang baru atau tidak. Sekian lama, untung tidak tambah, malah lebih baik kondisi matanya. *** Wah, asyik ya? Jika asuransi yang dipilih orang di Indonesia bisa meng-cover semua bea kesehatan untuk anak-anak dibawah umur 18 tahun. Saya tidak tahu apakah di tanah air juga demikian untuk kacamata anak-anak …. Kompasianer di tanah air pasti lebih tahu. Meski nul tariff, saya sarankan anak-anak yang perempuan untuk mencintai matanya dengan membaca di tempat yang terang, banyak makan wortel (saya iris kecil-keciiiiiiiiiiil dalam lumpia atau sup yang dimakan), jus jeruk campur wortel (instan) dan makanan-minuman-buah-sayur yang mengandung vitamin A lainnya. Namanya anak-anak … susah dari awalnya, semoga terbiasa. Mari jaga mata kita. (G76) Editor;Liwon Maulana Sumber:http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/11/pelayanan-kaca-mata- anak-gratis-563978.html