SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI SERAGAM DI BALARAJA TANGERANG

KONVEKSI SERAGAM DI BALARAJA TANGERANG Konveksi Toko abi melayani pembuatan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga dan lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga yang kompetitif, kualitas produk juga layanan profesional.Kami melayani pesanan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , juga penjahit nan sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam jua baju kerja. Dengan bekasl pengalaman yang kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Ajugaya pel

KONVEKSI SERAGAM DI BALARAJA TANGERANG


saco-indoneswia.com, Performa buruk Manchester United musim ini ternyata tidak dapat membuat Tim Howard sedikit pun juga meragukan kemampuan tim yang juga pernah ia bela tersebut. Howard juga sempat menghabiskan karirnya selama empat tahun di Old Trafford sebelum ia akhirnya telah memutuskan untuk pindah ke Everton. Kiper asal Amerika Serikat itu telah menyebut setan merah musim ini masih belum dapat membuktikan apapun. Tim asuhan David Moyes itu ia sebut masih telah memiliki banyak potensi yang belum dapat terungkap. "Saya juga merasa bahwa apa yang kita pikirkan sekarang (tentang United) tidak akan terjadi pada bulan Mei nanti (akhir kompetisi Premier League) karena mereka sudah jelas merupakan juara bertahan dan mereka masih harus banyak memberikan bukti pada berbagai pihak," tutur Howard pada Sky Sports. "Saya juga masih mengharap mereka untuk dapat terus menekan tim menuju arah yang benar, jadi kita lihat saja apa yang terjadi. Saya juga harap kami bisa terus menjauh dari mereka di klasemen, namun mereka jelas jauh lebih baik dari ini," pungkas sang kiper. Manchester United saat ini telah terdampar di peringkat tujuh klasemen sementara Premier League. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Pengusutan dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) masih akan terus ditelusuri oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).   Namun, hingga kini mantan Direktur Enterprise PT Telkom Indonesia Tbk, Arief Yahya selaku perusahaan BUMN, pemenang tender tak kunjung memenuhi pemeriksaaan Kejagung.   Padahal, ia diduga telah mengetahui mengenai dugaan korupsi dalam proyek senilai Rp1,4 triliun di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2010-2012 itu.   Atas hal itu, Jaksa Agung Basrief Arief telah menegaskan, kalau pihaknya akan menjemput paksa bila yang bersangkutan kembali mangkir dari pemanggilan yang telah dilakukan.   "Pemanggilan dilakukanlah secara formal. Kita panggil 1, 2 kali tidak hadir, kita panggil lagi tetap tidak hadir kita lakukan penjemputan paksa. Kan ada aturan itu kenapa tidak," katanya usai memaparkan hasil kinerja akhir tahun Kejagung di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan.   Sejauh ini, sambung Basrief, jajarannya masih akan terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut dan akan dituntaskan.   Basrief juga menambahkan, bukan hanya Arief Yahya yang saja akan diperiksa, siapapun yang diduga terlibat atau mengetahui kasus ini juga akan diperiksa tak terkecuali Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring.   "Siapapun nanti kalau bagian dari itu akan dimintai keterangan, dari pemeriksaan sampai saat ini belum sampai ke sana (Tifatul), tidak ada hambatan apapun, kita belum ada laporan," pungkasnya. Editor : Dian Sukmawati