SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI JAS ALMAMATER DI PAMULANG TANGERANG SELATAN

KONVEKSI JAS ALMAMATER DI PAMULANG TANGERANG SELATAN Konveksi Toko abi melayani pembuatan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga juga lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga yang kompetitif, kualitas produk jua layanan profesional.Kami melayani orderan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , jua penjahit yang sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam juga baju kerja. Dengan bekasl pengalaman nan kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Adanya pela

KONVEKSI JAS ALMAMATER DI PAMULANG TANGERANG SELATAN


saco-indonesia.com, Kecelakaan telah terjadi di Jalur Pantura Barat, Jalan Raya Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sepasang suami istri tewas mengenaskan usai terlindas sebuah truk tronton. Korban bernama Suwarto yang berusia (40) tahun yang bekerja sebagai satpam kantor Pajak Kota Tegal dan istrinya yang juga merupakan warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. "Diduga korban telah mengantuk dan kedua anak korban telah dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk dirawat intensif," ujar Kepala Satuan Pos Lantas Tanjung, Aipda Adiat, Minggu (2/2) kemarin. Adiat juga menjelaskan, korban telah mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Cripton warna hitam yang melaju dengan kecepatan sedang menuju arah barat. Namun, korban telah menabrak trotoar di pinggir Jalan Raya Kluwut dan bersama kedua anaknya terpental ke tengah jalan. Dalam waktu yang bersamaan muncul sebuah truk tronton dari arah timur hingga menggilas pasangan suami istri tersebut. "Kami juga masih harus mengumpulkan keterangan terkait kecelakaan yang telah menewaskan pasutri ini," kata Adiat. Adiat juga menambahkan, kini kedua korban tewas masih berada di Rumah Sakit Bhakti Asih Kabupaten Brebes. Saat ini, pihaknya juga telah mengamankan sopir truk tronton untuk dapat dimintai keterangan. "Kami juga belum bisa menetapkan sang sopir sebagai tersangka, karena masih butuh pengembangan dan pendalaman bukti-bukti untuk dapat dilakukan penyelidikan. Selanjutnya truk tronton telah diamankan di Pos Lantas Tanjung," pungkasnya. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com, Mengunci perangkat mobile dengan menggunakan password, sensor muka, sensor retina atau bahkan sensor sidik jari, mungkin sudah terlalu mainstream. Bagaimana dengan penguncian perangkat mobile dengan gunakan telinga? Satu inovasi atau terobosan yang juga cukup aneh namun unik dan menarik. Sebuah perusahaan yang bernama Descartes Biometrics dari Amerika Serikat mengklaim telah berhasil kembangkan sistem keamanan perangkat mobile khususnya smartphone yang lain dari biasanya. Sistem penguncian ini adalah dengan menggunakan telinga. Cara kerjanya pun juga tidak rumit karena pengguna perangkat mobile yang hanya perlu mendekatkan gadgetnya dengan telinga dan membiarkan proses scanning berlangsung. Bahkan teknologi tersebut juga akan dapat mendeteksi dan scanning bentuk telinga dari beberapa angle. Pengembang teknologi yang disebut pula dengan istilah aplikasi autentifikasi biometrik ini menjelaskan, "Karena setiap telinga manusia telah memiliki bentuk yang cukup unik seperti halnya sidik jari." Seperti halnya cara kerja di sensor sidik jari, pengguna perangkat mobile hanya perlu 'mendaftarkan' telinganya terlebih dahulu agar dapat di-scan bentuknya dan digunakan sebagai kunci paten gadget yang telah bersangkutan. Untuk saat ini, aplikasi autentifikasi biometrik yang bernama Ergo ini hanya support dengan perangkat berbasis Android saja. Belum dapat diketahui kapan pengembangnya akan membuat versi untuk gadget lainnya. Editor : Dian Sukmawati