SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI DI PASAR KEMIS TANGERANG

KONVEKSI DI PASAR KEMIS TANGERANG Konveksi Toko abi melayani orderan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga dan lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga nan kompetitif, kualitas produk juga layanan profesional.Kami melayani pemesanan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , jua penjahit nan sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam jua baju kerja. Dengan bekasl pengalaman yang kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Ajugaya pela

KONVEKSI DI PASAR KEMIS TANGERANG


saco-indonesia.com, Namaku cinta ketika kita bersama Berbagi rasa untuk selamanya Namaku cinta ketika kita bersama Berbagi rasa sepanjang usia Hingga tiba saatnya aku pun melihat Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu Namaku cinta ketika kita bersama Berbagi rasa untuk selamanya Namaku cinta ketika kita bersama Berbagi rasa sepanjang usia Hingga tiba saatnya aku pun melihat Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh Menepi menepilah menjauh  Semua yang terjadi di antara kita ooh Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu (aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu Editor : dian sukmawati
saco-indonesia.com, Bagai jatuh tertimpa tangga, inilah yang telah dialami oleh Reza yang berusia 19 tahun , yang telah menjadi korban pemukulan di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Kramatjati, Senin (17/2) kemarin . Niat hati ingin memarahi sopir Kopaja yang akan menabraknya, pemuda ini malah dipukuli gerombolan ormas yang ada di dalam kendaraan tersebut. Kapolsek Kramatjati, Kompol Andini telah menuturkan, peristiwa itu telah terjadi sekitar pukul. 18:30. Reza telah menjadi bulan-bulanan penumpang yang tidak terima memarahi sopir atas mobil yang ditumpanginya. “Korban luka memar di wajahnya ,” kata kapolsek Senin (17/2) kemarin . Diceritakan Kapolsek, kejadian itu bermula saat korban yang akan menyeberang di samping Pusat Grosir Cililitan (PGC) nyaris ditabrak Kopaja 57 jurusan Kampung Rambutan – Blok M. Korban yang kaget pun langsung menggebrak bus 3/4 tersebut. “Dia teriak bawa mobilnya biasa saja dong,” kata Andini menirukan korban. Tanpa disadari, mobil tersebut ternyata berisi penumpang dari salah satu ormas. Tanpa komando, penumpang yang ada langsung turun untuk menghakimi Reza. “Korban kabur melarikan diri namun dapat ditangkap gerombolan itu dan langsung memukulinya,” ujar Andini lagi. Beruntung, tiga orang warga yang ada di sekitar dapat melerai aksi brutal kelompok ormas tersebut. Korban langsung dilarikan ke RS Budi Asih. “Korban pun saat ini masih shock dan sulit dimintai keterangan atas kasus pengeroyokan yang telah dialaminya,” imbuhnya. Polisi juga masih memburu pelaku pengeroyokan tersebut. Kasus inipun saat ini masih ditangani oleh Polsek Kramatjati. “Saksi yang berjumlah tiga orang itu yang kita mintai informasinya untuk dapat meringkus pelaku,” tuturnya. Editor : Dian Sukmawati