SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI DI PAMULANG TANGERANG SELATAN

KONVEKSI DI PAMULANG TANGERANG SELATAN Konveksi Toko abi melayani pemesanan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga juga lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga nan kompetitif, kualitas produk juga layanan profesional.Kami melayani orderan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , jua penjahit yang sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam dan baju kerja. Dengan bekasl pengalaman nan kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Ajuaya pelay

KONVEKSI DI PAMULANG TANGERANG SELATAN


saco-indonesia.com, Pelaku pembunuhan terhadap Desi Hayatun Nupus yang berusia (21) tahun yang juga sedang hamil delapan bulan dan penganiaya ibunya, Fatoyah yang berusia (45) tahun diduga telah dilakukan oleh orang dekat korban. Pasalnya, warga juga sempat melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. "Seperti orang ketakutan kemudian dia berlari," kata saksi Kasdi di lokasi, Minggu (26/01) kemarin malam. Kasdi telah meyakini bahwa yang ia lihat itu merupakan E, yang tak lain juga merupakan suami dari Desi. E berlari kemudian naik mobil minibus. Tak hanya E saja , Kasdi juga melihat dua orang lain yang bersamaan dengan menggunakan dua sepeda motor. Meski demikian, warga sekitar juga enggan berspekulasi. "Saya juga sempat mengejar, tapi tidak sampai dapat. Karena mereka bawa mobil dan sepeda motor, sedangkan saya hanya berlari," ujarnya. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Desi dan Ibunya telah ditemukan bersimbah darah di rumahnya Kampung Rawabebek RT 10 RW 11, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (26/01) malam. Desi tewas mengenaskan dengan luka parah akibat senjata tajam di leher, mulut, telinga. Sedangkan, ibunya kritis karena luka tikam di bagian pinggang. Rumah korban pun juga dipenuhi bercak darah korban. Hingga berita ditulis belum ada keterangan resmi dari polisi. Editor : Dian Sukmawati
saco-indonesia.com,      Kacamata Keselamatan Kerja Kacamata pengaman pada umumnya telas digunakan oleh pekerja konstruksi dan industri. Pekerjaan ini telah membutuhkan kacamata pengaman untuk dapat melindungi mata dari partikel atau debu dan tumpahan kimia. Pada pekerjaan sepasang kacamata pengaman harus diperlukan dan di bidang konstruksi dan kimia penanganan jarang opsional. Sementara pasangan melalui berbagai tes semua dirancang untuk dapat memblokir partikel terbang dan percikan kimia dari depan dan dari samping. Ini hampir selalu dirancang seperti sepasang normal kacamata hitam sampul atau perisai bergaya hanya lensa dan frame dirancang untuk dapat menahan pukulan dari partikel kecil.  Meskipun OSHA telah mengatur persyaratan keselamatan untuk tempat kerja tugas-tugas di mana partikel dapat terbang harus menjamin perlindungan mata. Salah satu rekomendasi tersebut adalah dengan menjaga pasangan dalam kit darurat di pinggir jalan di samping alat-alat tangan yang dibutuhkan untuk dapat perbaikan mobil. Sebagai sedikit bisa terbang ketika mengganti ban atau memeriksa mesin yang memiliki pelindung mata yang tepat diperlukan untuk keselamatan Anda sendiri. Dengan demikian kit alat pinggir jalan sering termasuk obeng selotip listrik palu dan sabit kunci pas sepasang dasar kacamata pengaman juga harus ditambahkan.      Editor : Dian Sukmawati