SUPPORT ONLINE

Konveksi Toko Abi
Dudi Santosa
Email
infokonveksiabi@gmail.com
Telepon
021 7327 969
Ponsel
0878 0818 9049
WhatsApp
085715470979
Facebook
konveksitokoabi
Google+
117124858159103443958
Alamat
Komplek Pajak Cipadu, JL. Kasuari Raya No 6, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang
Konveksi-Seragam, 15155

Paket Umroh Terbaru

KONVEKSI DI BSD SERPONG TANGERANG SELATAN

KONVEKSI DI BSD SERPONG TANGERANG SELATAN Konveksi Toko abi melayani pembuatan baju seragam, seragam kerja, seragam kerja tambang, seragam PDH, seragam tk, seragam almamater, seragam sekolah, seragam pabrik, Seragam linmas, seragam satpol PP, seragam hotel, seragam rumah sakit, dll. Kami produksi berbagai jenis seragam kantor (kemeja seragam, celana jeans tambang, kaos olahraga, jaket, polo shirt, dll) ,kaos promosi, jas almamater, jaket almamter, kemeja kerja, kemeja promosi, kemeja komunitas,kaos event,rompi,seragam kerja, Training Olah-Raga jua lainnya. untuk keperluan Anda dengan selalu mengutamakan harga yang kompetitif, kualitas produk dan layanan profesional.Kami melayani orderan seragam kerja pabrik ke seluruh pelosok indonesia.

Konveksi toko abi didukung workshop sendiri , juga penjahit yang sudah berpengalaman tahunan dalam mengerjakan berbagai keperluan seragam dan baju kerja. Dengan bekasl pengalaman yang kami miliki, kami siap memberikan pelayanan untuk anda. Ajugaya pe

KONVEKSI DI BSD SERPONG TANGERANG SELATAN


saco-indonesia.com, Jenazah Edi, kakek yang dibuang ambulans di Lampung akhirnya telah dimakamkan. Sudah lima hari jenazah Edi disimpan di lemari pendingin gedung instalasi forensik dan kamar mayat RSUD Abdul Muluk Lampung. Edi telah meninggal dunia pada Rabu (22/1) lalu. Jenazah Edi telah dimakamkan di TPU milik rumah sakit setempat di Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung pagi tadi, Senin (27/1). Dalam prosesi pemakaman tersebut, nampak beberapa orang yang telah mengenal almarhum semasa hidup dan sejumlah pegawai rumah sakit yang telah mengantar jenazah dari rumah rumah sakit menuju tempat peristirahatannya terakhir. Hadi, salah satu staf bagian instalasi forensik dan kamar mayat RSUD Abdul Muluk Bandar Lampung telah mengungkapkan, pemakaman ini juga sudah sesuai protap dari rumah sakit. Sebelum dimakamkan, almarhum telah mendapatkan pengurusan jenazah yang sesuai syariat Islam, sebagaimana agama yang telah dianut oleh kakek malang tersebut. "Pemakaman ini juga sesuai protap rumah sakit. Semua biaya pemakaman ditanggung oleh pihak rumah sakit," ungkapnya, Senin (27/1). Almarhum Edi juga merupakan korban penelantaran sebuah ambulans yang telah membuangnya di sebuah gardu di Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Lampung, Senin (20/1). Sehari kemudian, Selasa (21/1), almarhum yang saat itu masih hidup dengan infus yang terpasang di lengannya, telah dilarikan ke RSUD A Dadi Tjokorodipo Bandar Lampung. Kondisinya makin parah, almarhum kemudian telah dirujuk ke RSUD Abdul Muluk. Namun, nyawanya tak tertolong sehingga meninggal dunia di rumah sakit tersebut setelah sehari mendapat perawatan. Editor : Dian Sukmawati
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Haji mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga.” (H.R. Bukhari) Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tanda-tandanya banyak. Di antaranya adalah hendaknya nafkah (biaya) haji tersebut dari hasil usaha yang halal karena nafkah menjadi poros penting dalam kehidupan manusia, terlebih lagi dalam urusan haji. Bahkan disebutkan bahwa jika seseorang naik haji dengan biaya dari hartanya yang halal, maka akan ada penyeru yang berseru, “Bekalmu halal dan kendaraanmu halal, maka hajimu pun mabrur.” Adapun jika dia berangkat haji dari harta yang haram, maka penyeru tadi akan berseru, “La labbaika wala sa’daika. Bekalmu haram dan nafkahmu haram, maka hajimu tertolak tidak mendapat ganjaran.” atau dengan seruan yang semakna. Jadi, di antara tanda-tanda haji mabrur adalah jika dikerjakandengan biaya dari nafkah dan usaha yang halal. Begitu pula, di antara tanda-tandanya adalah jika orang yang berhaji mengerjakan manasiknya sesuai dengan tata cara yang disyari’atkan dan diinginkan tanpa mengurangi sedikitpun, dan menjauhi segala larangan Allah selama mengerjakan haji. Di antara tanda-tandanya pula adalah jika orang yang berhaji itu kembali dalam keadaan pengamalan agamanya lebih baik daripada sebelum berangkat, yaitu dia kembali dalam keadaan bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, istiqamah (konsisten) dalam menjalankan ketaatan-ketaatan kepada-Nya, dan terus-menerus dalam kondisi seperti itu. Dengan begitu, hajinya menjadi titik tolak baginya kepada kea rah kebaikan, dan selalu menjadi peringatan baginya untuk memeperbaiki jalan hidupnya. Sumber : http://artikel-haji-dan-umrah.blogspot.com Baca Artikel Lainnya : LARANGAN KETIKA HAJI ATAU UMROH